Rabu, 25 Oktober 2017

Ketua PeKaT - IB Asahan : Akan Kawal Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Ketua PeKaT - IB Asahan : Akan Kawal Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kisaran, (LWI Pos);

Dana Desa yang dialokasikan Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan biaya pembangunanya diperuntukkan demi kesejahteraan dan pemberdayaan  masyarakat Desa, saat ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat yang notabene penggunaannya dinilai belum maksimal dan sering mendapat intervensi dari berbagai kalangan.

Hal ini, disampaikan Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air -Indonesia Bersatu (PeKaT -IB) Kabupaten Asahan M. Syihabuddin dalam acara Seminar Sehari dan Deklarasi para Kepala Desa se-Kabupaten Asahan, Selasa (24/10/17) di Aula Sabty Garden Hotel Jalan Diponegoro Kisaran.

Dalam kesempatan itu, Syihabuddin memberi dukungan dan berjanji akan melawan segala bentuk intervensi dari pihak manapun yang berusaha untuk mengganggu dan mengintervensi para Kepala Desa dalam rangka membangun Desa.

"Kami (PeKaT - IB) Asahan akan berada pada garda terdepan terhadap segala bentuk intimidasi dan intervensi yang dilakukan oleh siapa saja kepada para Kepala Desa dalam melaksanakan pembangunan dan pengelolaan Dana Desa," tekad Syihabuddin yang sehariannya dipanggil Said Murshi.

Said berharap, dengan terlaksananya kegiatan tersebut, para Kepala Desa untuk tidak perlu takut dan segan menggunakan Dana Desa demi kesejahteraan masyarakat Desa di Kabupaten Asahan.

“Ke depan, kita akan membangun hubungan yang sinergis antara Pemerintah Desa, Wartawan dan Pegiat LSM dalam pengawasan penggunaan Dana Desa sesuai dengan tema seminar hari ini," katanya.

 

Sementara, Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, M.A.P. diwakili Plt. Kadis PMD Paijan, S.H., M.M. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas seminar sehari yang di laksanakan Pekat-IB bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Asahan.

 

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pimpinan DPD Pekat - IB yang telah memprakarsai kegiatan seminar ini. Pemerintah menilai kegiatan tersebut merupakan langkah yang sangat baik dan memberikan kontribusi yang sangat baik," katanya.

 

Bupati berharap, dengan terselenggaranya kegiatan seminar tersebut, akan terbangun satu pemahaman dan hubungan yang sinergis antara Pemerintah Desa dengan para insan Pers, LSM khususnya dalam pengawasan pengelolaan Dana Desa.

 

“Bupati menjelaskan, bahwa dalam kurun waktu 3 Tahun Dana Desa bergulir di Asahan mencapai 301 Milyar, telah banyak yang dibangun oleh Desa untuk mengembangkan roda perekonomian di pedesaan. Namun demikian, kita sadari kegiatan yang sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Desa belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat desa,” ujar Paijan.

Nurkarim Nehe, S.E., M.Si. sebagai narasumber pada acara tersebut menekankan tugas dan kewajiban seorang Wartawan dalam melakukan kegiatan jurnalistik.

Karim menjelaskan, bahwa Wartawan secara substansi berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 ayat 1 butir 4 adalah orang yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik.

"Wartawan sesuai tugas dan fungsinya mencari, mendapatkan, menyimpan, mengolah data, investigasi dan mempublikasikan melalui media, bukan meminta-minta," kata Wartawan berpredikat Kompetensi utama itu.

Sementara, ketua Apdesi Asahan Sujud Prayitno, S.H. mengulas tentang Dana Desa Berkah atau Bencana bagi Kepala Desa.

 

Tak kalah menarik, pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Yayasan Pusaka Indonesia Dr. Edy Ikhsan, M.A. yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum USU memberikan materi berjudul “Status dan Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam pengawasan Dana Desa”.

Kanit Tipikor Polres Asahan Iptu Rianto, S.H. memberikan materi dengan teknik penjelasan tentang tata cara penanganan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia kepada para Kapolda dan Kajati seluruh Indonesia.

 

Seminar Sehari tersebut, ditutup dengan penandatanganan Deklarasi oleh para narasumber dan Kepala Desa se-Kabupaten Asahan dan pemberikan dana bantuan kepada Apdesi Asahan berupa dana sebesar 5 juta rupiah yang diserahkan Ketua PeKaT - IB Asahan.

Penulis : Ir. Yanto

Wakil Pimpinan Redaksi SKM LWI Pos.

Kamis, 19 Oktober 2017

Plt. Kadis Kominfo : Etika Penting Dalam Berkomunikasi

Plt. Kadis Kominfo Asahan : Etika Penting Dalam Komunikasi

Kisaran, (LWI Pos);

Manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungannya, tentu tidak pernah lepas dari hal berkomunikasi antara sesama dalam kehidupan sehari-hari. Etika komunikasi merupakan hal paling mendasar dalam berkomnikasi.

Hal itu, dikatakan Plt. Kadis Kominfo Kabupaten Asahan melalui Kabid Media Cetak dan Elektronik Arbin Tanjung, S.E. dalam acara Pelatihan Jurnalistik Asahan Pos Tahun 2017, Kamis (19/10) di Hall Bumi Asahan Hotel Jalan Lintas Timur Asahan Kisaran.

Menurut Arbin, dalam berkomunikasi baik melalui lisan dan atau media (tulisan dan telepon) etika komunikasi harus diterapkan, karena jika tidak, dapat menimbulkan kesalahpahaman yang memicu pertengkaran dan hal negatif lainnya.

Arbin menjelaskan, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan untuk menerapkan etika kepada lawan bicara dalam berkomunikasi tatap muka diantaranya, perhatikan ketika mulai bicara, dengan melihat keadaan lawan, ramah dan sopan dan jangan hanya bicara, tapi harus mendengarkan lawan.

Dalam berkomunikasi lewat media baik telepon atau tulisan, adalah memperhatikan gaya tulisan, tanda baca dan menggunakan KBI baku, pikirkan apa yang akan ditulis dan atur intonasi bicara jika melalui telepon.

Jika hal itu dilakukan dengan benar, maka kesalahpahaman tidak akan terjadi, sebaliknya komunikasi berjalan lancar karena sama-sama saling menghargai dan dihargai.

Acara yang diikuti sebagian Wartawan Surat Kabar Asahan Pos, para Sekretaris Desa, Staf kantor Camat, para Guru dan peserta didik dari SMA Negeri 3 Kisaran menghadir narasumber Dosen STIE MIK Royal Kisaran Nur Karim Nehe, S.E., M.Si. dan Ketua PWI Kabupaten Asahan Indra Sikoembang, S.H..

Nur Karim Nehe dalam paparannya mengatakan, bahwa jurnalis atau Wartawan secara substansi berdasarkan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 adalah orang yang melakukan kegiatan jurnalistik secara teratur.

Menurut Karim, kegiatan jurnalistik tersebut meliputi, mencari, mendapatkan, menyimpan, mengolah data dan memublikasikan melalui media cetak, elektronik dan atau media lain sejenisnya.

"Hal itu harus dituangkan dalam media dengan menggunakan rumus W5 H1 sebagai syarat utama penulisan berita," kata Nehe.

Sementara, Ketua PWI Asahan Indra Sikoembang, S.H. mengambil tema penting foto atau gambar dalam penyajian berita di Surat Kabar atau Koran.

"Tanpa gambar atau foto, berita itu tidak akan menarik pembaca untuk lebih tahu apa kebenaran berita yang disajikan," kata Indra.

Mengingat pentingnya foto atau gambar dalam suatu berita, teknik pengambilan foto atau gambar juga memegang peran yang tak kalah penting.

"Gambar atau foto dalam berita harus mampu mengilustrasikan pembaca, seolah-olah gambar itu hidup dan berbicara. Oleh karenanya moment pengambilan gambar harus tepat dan punya nilai yang baik," tutupnya. (W-08).



Rabu, 18 Oktober 2017

5000 Ton Rastra Telah Didistribusikan Kepada Masyarakat Di Asahan


5000 Ton Rastra Telah Didistribusikan Kepada Masyarakat Di Asahan

Kisaran, (LWI Pos);

Sedikitnya 5000 ton beras sejahtera (Rastra) hingga pertengahan smester IV Tahun 2017 telah disalurkan atau didistribusikan kepada warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Asahan.

Pernyataan itu, disampaikan Kepala Bulog Drive III Kisaran Marjoni Busjal melalui Kasi Pelayanan Publik Samuel kepada Wartawan, Rabu (18/10) di kantornya Jalan A. Yani Kisaran.

Samuel mengklaim, bahwa sekurang-kurangnya 5000 ton rastra telah tersalur dengan capaian sekitar 83 % dari target 6000 ton yang harus disalurkan pada Tahun 2017.

Samuel mengaku, masih ada kegiatan penyaluran jatah bulan September lalu, namun pihaknya optimis penyaluran rastra akan berjalan lancar karena tetap dipantau dan berkoordinasi dengan Pemkab Asahan.

Sementara, Kepala Bagian Ekonomi Setdakab Asahan, Bahrum, S.T. didampingi Kasubag Sarana perekonomian dan BUMD, Susi Rahmawati menyebut, semakin cepat masyarakat menerima rastra, maka semakin cepat Pemerintah menekan angka kemiskinan, karena dengan tersalurnya rastra masyarakat bisa menikmati bantuan dari Pemerintah.

“Kami terus mendapatkan laporan dan terus membuat Surat Permintaa Alokasi (SPA) rastra untuk Asahan. Dan penyaluran rastra tetap kami berkoordinasi dengan pihak Bulog, agar rastra dapat disalurkan,“ kata Bahrum meyakini. (W-08).

Pemkab Asahan Canangkan 2000 RTLH Tahun 2017


Pemkab Asahan Canangkan 2000 RTLH Tahun 2017

Kisaran, (LWI Pos);

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mencanangkan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni (RLH) Tahun 2017 sebanyak 2000 unit.

Acara pencanangan tersebut dilakukan Wakil Bupati Asahan H. Surya, B.Sc., Rabu (18/10) di Desa Kapias Batu VIII Kecamatan Tanjung Balai Asahan.

Sambutan Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, M.A.P. yang dibacakan Wabup mengatakan, fungsi dan kegunaan rumah yang sangat penting dalam keluarga yang hidup berdampingan sesama masyarakat di sekitarnya.

Berdasarkan alasan tersebut dan masih banyaknya data RTLH di wilayah Kabupaten Asahan, Pemerintah bertekad untuk terus melaksanakan rehabilitas RTLH menjadi RLH hingga tuntas.

Bupati menyampaikan, data awal RTLH di Kabupaten Asahan tercatat 14.973 unit dan sejak Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Asahan telah merehab RTLH sebanyak 11.992 unit.

"Pada Tahun 2017 ini, Saya dan H. Surya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Asahan menargetkan perehaban RTLH sebanyak 2000 unit," kata Wakil mengutip ujaran Bupati Asahan.

Bupati menambahkan, dengan selesainya target 2000 RTLH pada Tahun 2017, maka pada Tahun 2018 mendatang program RTLH yang dianggarkan melalui APBD dan APBN akan selesai.

Bupati berharap, dengan pencanangan rehab RTLH tersebut dapat menjadi semangat dan mendorong terwujudnya Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri.

Selain Wakil Bupati, turut hadir pada acara tersebut, Ketua TP PKK, Ketua Darma Wanita, para Asisten, para Staf Ahli, para Kepala Dinas, Kakan dan Badan, para Camat se-Kabupaten Asahan, para Lurah dan Kades dan undangan. (W-08).

Minggu, 15 Oktober 2017

Pemkab Asahan Unjuk Asisten I Sebagai Plh. Sekda


Pemkab Asahan Unjuk Asisten I Sebagai Plh. Sekda

Kisaran, (LWI Pos);

Terkait dengan halangan tetap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs. Sofyan, M.M., yang ditahan pihak Kejaksaan Negeri Asahan, Pemerintah Kabupaten Asahan menunjuk Asisten I (Pemkesra) M.Taufik ZA untuk menjabat sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekdakab Asahan.

Hal itu, disampaikan Plt. Kadis Kominfo Kabupaten Asahan Rahmad Hidayat Siregar, S.Sos., M.Si. kepada Wartawan Selasa (10/10) di kantornya Jalan Mahoni Kisaran.

Hidayat mengatakan, penunjukan Asisten I Taufik ZA sebagai Plh. Sekdakab Asahan tertuang dalam Surat Perintah Bupati Asahan Nomor : 800/5924 yang langsung ditandatangani oleh Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, M.A.P..

"Bupati sudah menunjuk Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan masyarakat Taufik ZA sebagai Plh. Sekdakab Asahan dan mulai Selasa tanggal 10 Oktober 2017 dan Taufik ZA masih tetap menjabat Asisten I di Pemerintah Kabupaten Asahan sampai ada pelantikan jabatan Sekda definitif," kata Hidayat.

Pada kesempatan itu, Hidayat menjelaskan, penahanan terhadap Sekdakab Asahan Sofyan oleh Kejari Asahan diduga terkait tindak pidana korupsi pelaksanaan MTQ Nasional ke-35 Tingkat Propinsi Sumatera Utara di Kabupaten Asahan.

“Namun begitu, kita harus menghargai proses hukum dan kita tunggu prosesnya, barulah diambil kebijakan selanjutnya,” kata Hidayat mengakhiri. (W-08).

Peserta Didik SMPN I Aek Kuasan Dapat Pemeriksaan Gigi Gratis


Peserta Didik SMPN I Aek Kuasan Dapat Pemeriksaan Gigi Gratis

Kisaran, (LWI Pos);

Dalam rangka mewujudkan visi misi Pemkab Asahan menuju Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan melalui melalui Puskesmas Aek Loba melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan gigi kepada peserta didik SMP Negeri 1 Aek Kuasan, Sabtu (7/10) di Sekolah setempat.

Pantauan Wartawan, sebelum melakukan pemeriksaan tersebut, dr.g. Yudi memberikan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan kepada guru, staf sekolah dan peserta didik tentang kesehatan gigi.

“Kegiatan ini bertujuan agar seluruh pelajar di Asahan dapat menerapkan hidup pola hidup sehat, sehingga terwujudlah visi dan misi Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri,” ujar Yudi.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Aek Kuasan, Sabarhati, mengucapkan terima kasih kepada Dinkes Asahan melalui Puskesmas Aek Loba yang telah menggelar kegiatan ini.

"Kita ucapkan terima  kasih kepada pihak Puskesmas Aek Loba yang telah memberi penyuluhan kesehatan kepada guru, staf sekolah serta melakukan pemeriksaan gigi gratis kepada para siswa. Hingga harapan kita terciptanya generasi muda yang sehat. Juga kita berharap Asahan dapat menjadi percontohan di bidang kesehatan hingga peran Dinkes  menjadi penting," katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Aek Kuasan, Juraida, S.Pd. menyambut positif kegiatan itu dan berharap pihak Puskesmas dapat melaksanakan 3 bulan sekali. 

“Kami berharap kiranya pihak Puskesmas dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan visi misi Asahan sehat tiap tiga bulan sekali, karena sangat bermanfaat bagi peserta didik khususnya SMP Negeri I Aek Kuasan," harapnya. (W-08).

Kadis Sosial : Karang Taruna Asahan Harus Tetap Kompak


Kadis Sosial : Karang Taruna Asahan Harus Tetap Kompak

Kisaran, (LWI Pos);

 

Karang Taruna Kabupaten Asahan harus tetap kompak, demikian pesan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Misli M Noor, S.H., M.Si., saat menerima audiensi Pengurus Karang Taruna Kabupaten Asahan, Kamis (12/10) di Kantor Dinas Sosial Asahan, Jalan Tusam Kisaran.

Sebagai Pembina Fungsional Karang Taruna, Kadis Sosial menekankan kekompakan merupakan modal utama dalam menjalankan dan membesarkan roda organisasi. "Terlebih dalam menyambut Temu Karya/ Musda III Karang Taruna Asahan yang akan dilaksanakan Bulan November nanti, kekompakan mutlak diperlukan," tegas Misli.

Lebih lanjut Misli mengingatkan, sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang dengan didasari peraturan perundang-undangan, Karang Taruna memiliki tugas dasar perbantuan menjalankan, merealisasikan program pemerintah dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Karenanya, peran Karang Taruna yang diisi generasi muda berusia 13-45 tahun, dinilai sangat potensial sebagai potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS). Terlebih hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mewujudkan Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri. 

"Modal itu semua, adalah kekompakan. Kami sangat mendukung terlaksananya Temu Karya yang akan dilaksanakan. Apalagi kegiatan tersebut terbilang tertib administrasi, dilaksanakan tepat diakhir tahun periodesasi 2012-2017. Kami juga berterimakasih atas kinerja selama lima tahun ini yang terbilang baik dan diisi sejumlah prestasi. Kedepan harus lebih ditingkatkan," pesan Misli lagi.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Asahan, Yasir Ul Haque, S.H. didampingi Sekretaris M. Yahya Batubara, S.E., Bendahara Iswanto, S.H., Wakil Ketua Syahrial Simangunsong, S.H., Wakil Sekretaris Vivi Tri Istiani, Sekretaris Panitia Fahrul Simangunsong, S.H. dan Koordinator Bakti Sosial Idham Sadri, S.H. melaporkan Temu Karya III Karang Taruna Asahan akan dilaksanakan Tanggal 2 November 2017, di Hotel Sabty Kisaran.

"Periodesasi kepengurusan kami telah berakhir dan sebagai amanah hasil Temu Karya sebelumnya, maka harus sudah dilaksanakan Temu Karya kembali. Nantinya, kegiatan tersebut akan menyusun program kerja, melahirkan rekomendasi organisasi, memilih pengurus dan majelis pertimbangan baru untuk periodesasi lima tahun ke depan," jelas Yasir.

Direncanakan, kegiatan akan diikuti Pengurus Karang Taruna Kabupaten Asahan, 25 Pengurus Kecamatan se Kabupaten Asahan, dihadiri Bupati Asahan, Ketua Karang Taruna Sumatera Utara, seluruh Camat. "Sebelum Temu Karya juga akan dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Tentang Karang Taruna. Diperkirakan, acara akan dihadiri sekitar 300 orang," tambah Yasir. (W-08).